Mereka adalah satu-satunya profesional yang diberi wewenang untuk melakukan tur : di pusat-pusat sejarah, situs rahasia, monumen, dan museum.
Semuanya menyandang gelar sarjana dari Universitas (lisensi profesional dalam pemandu wisata atau setara). Berikut lima keterampilan yang mereka miliki untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman tak terlupakan.
Langkah 1: Kelola waktu Anda secara efektif

Pemandu wisata Anda mengerjakan pekerjaan rumahnya terlebih dahulu. Dilengkapi dengan kecerdasan sosial, mereka memahami kebutuhan Anda untuk memberikan Anda pengalaman budaya yang mengesankan.
Mereka sangat paham dengan tur mereka baik dari segi konten ilmiah maupun logistik. Mereka mengetahui rute luar dan dalam, dan jika hal ini termasuk masuk ke monumen atau museum, merekalah yang menangani pembelian tiket. Ini berarti mereka menjaga Anda dan menghormati Anda dan waktu Anda. Mereka memahami bahwa Anda mungkin harus membuat koneksi atau kendala penjadwalan lainnya setelah kunjungan Anda.
Langkah 2: Kedekatan dan jarak : keseimbangan yang sempurna
Sepanjang kunjungan, pemandu wisata Anda menjaga pengalaman tetap hidup. Mereka seperti anggota kelompok Anda yang menjaga keseimbangan yang tepat : tidak terlalu jauh atau terlalu akrab. Dengan kemudahan bersosialisasi dan keterampilan komunikasi yang tak terbantahkan, mereka memastikan waktu Anda menyenangkan.
Pemandu Anda juga tahu cara membuat Anda tertawa. Ini adalah keterampilan langka yang tidak hanya tentang menceritakan lelucon yang bagus tetapi juga tentang menjadi ahli di situs yang mereka tunjukkan kepada Anda. Inilah keajaiban profesi ini : mengetahui bagaimana menjadi serius tanpa menjadi membosankan – ringan hati dengan tetap menjaga ketelitian yang diperlukan untuk menyampaikan wacana ilmiah dan faktual.

Langkah 3: Kesederhanaan, Presisi, dan Kejelasan

Tur mereka adalah hasil dari penelitian membaca dan dokumenter selama beberapa minggu. Tujuan dari pekerjaan persiapan ini adalah untuk membuat tempat-tempat yang disajikan dapat dimengerti. Pemandu profesional kami telah mengerjakan kejelasan ini selama bertahun-tahun dan terus mempertahankannya sepanjang karier mereka melalui pelatihan berkelanjutan dan bacaan pribadi. Anda akan memahami bahwa mereka adalah para ahli, tidak seperti pemandu yang diimprovisasi dan memproklamirkan diri sendiri, yang mempraktikkan profesi kami tanpa izin profesional dan tanpa pelatihan universitas yang diakui..
Selama kunjungan Anda ke kota atau pedesaan, Anda akan belajar banyak tentangnya : tujuan, sejarahnya, dan spesialisasinya. Your guide is perfectly trained to share his knowledge.
Langkah 4: Keyakinan dan Kerendahan Hati
Pemandu Anda adalah ahli di tempat-tempat yang mereka tunjukkan kepada Anda : kota, desa, monumen, atau museum. Keahlian tidak berarti mahatahu. Oleh karena itu, pemandu Anda akan mampu melakukan penelitian pribadi mengenai suatu hal yang mungkin Anda ajukan, yang mana mereka tidak dapat memberikan jawaban segera.
Kerendahan hati adalah inti dari kesadaran profesional pemandu. Berbeda dengan pemandu palsu, mereka tidak mengimbangi kurangnya pengetahuan mereka dengan sikap yang agung atau teriakan yang tegas. Mereka mengerjakan pertanyaan mereka. Mereka mempelajari topik mereka. Mereka memperbarui pengetahuannya dan ketika mereka tidak mengetahui sesuatu, mereka mengakuinya… Kemudian lakukan penelitian yang diperlukan untuk memberi Anda jawaban yang diharapkan.

Langkah 5: Bercerita, menceritakan, dan beradaptasi dengan audiens yang beragam

Kontak mata penting untuk berbagi cerita dengan percaya diri. Pemandu Anda juga memahami pentingnya bahasa tubuh. Dalam presentasinya mereka tidak takut menggunakan berbagai materi : ukiran, lukisan, ilmu numismatik, foto (baik hitam-putih maupun berwarna), dan klip video di tablet. Pemandu tahu bagaimana menghidupkan kisah mereka melalui ilustrasi. Mereka mengikuti perkembangan zaman : mereka mahir menggunakan alat digital dan dapat beradaptasi dengan audiens yang berbeda : senior, kaum muda, anak-anak, dan remaja. Beberapa pemandu bahkan menguasai bahasa isyarat dan mampu berkomunikasi dengan audiens dengan berbagai disabilitas seperti tunarungu.
